Panen Duit di Tahun Ajaran Baru, Sebuah PTN di Jatim bisa Raup minimal Rp 100-M

Setahun Seratus Miliar
Dana Pungmi UB dari Delapan Jalur Maba

MALANG – Uang pungutan resmi (pungmi) yang dikumpulkan Universitas Brawijaya (UB) dari seluruh mahasiswa baru (maba) cukup fantastis. Jika dari jalur SPMK saja sudah meraup Rp 46,8 miliar, ditambah tujuh jalur lainnya, UB bisa mengeruk dana masyarakat Rp 100 miliar lebih.

Bahkan, dari data yang ada, jumlah itu bisa lebih besar lagi. Sebab, penghitungan kasar yang dibuat koran ini ”hanya” menggunakan rata-rata pembayaran rendah. Selain itu, angka di belakang koma juga diabaikan.

Dari mana dana besar itu? Sebelumnya, dana dari 2.035 maba jalur SPMK mampu meraup uang Rp 46,8 miliar. Kemudian, dari program seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang menerima 3.567 maba, dana yang masuk Rp 30,9 miliar lebih.

Sedang dari jalur penerimaan siswa berprestasi (PSB) sebanyak 1.600 maba, menghasilkan uang Rp 12,8 miliar. Kemudian, dari jalur seleksi program kemitraan sekolah (SPKS) non ujian tulis dan ujian tulis, seleksi program kemitraan instansi (SPKIns) seleksi program kemitraan daerah (SPKD), seleksi program internasional (SPI) dan seleksi alih program (SAP), dengan total 1.028 maba bisa menghasilkan dana Rp 10,2 miliar lebih.

Jumlah itu dipastikan masih akan terus bertambah. Bukan hanya karena penghitungan ini masih kasar dengan menggunakan rata-rata rendah, tapi juga masih ada lagi satu jalur penerimaan masuk UB untuk program vokasi (D1 dan D3).

Meski kuota untuk 25 jurusan di program ini belum ditetapkan, tapi diperkirakan daya tampungnya mencapai seribu lebih. Jika satu pogram untuk 50 mahasiswa, maka totalnya bisa mencapai 1.250 mahasiswa baru. Jika mahasiswanya sejumlah itu, maka dana yang akan dihasilkan akan mencapai miliaran rupiah.

Dana itu belum ditambah dengan dana DIPA pemerintah pusat. Untuk UB, dana DIPA diperkirakan Rp 600 miliar per tahun. Dana itu untuk operasional kampus dan gaji. Sebagian lagi untuk beasiswa.

Pembantu rektor II UB Dr Warkum Sumitro yang ditanya soal jumlah total mahasiswa yang masuk UB mengaku masih belum menghitung secara detail. Sebab, proses daftar ulang masih berlangsung. Termasuk jumlah uang yang akan diterima dari penerimaan mahasiswa baru itu juga belum dihitung. Namun demikian, perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa sekitar 30 ribu itu akan menggunakan dana itu untuk berbagai kepentingan pendidikan.

Menurut Warkum, daftar ulang mahasiswa masih akan terus berlangsung hingga 15 Agustus nanti. Setelah tanggal itu, data semua mahasiswa akan bisa diketahui, kecuali yang dari jalur vokasi. “Saya belum mendapat laporan, jadi belum tahu,” ujarnya di sela-sela acara pemancangan tiang untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) UB kemarin.

Warkum juga mengatakan, UB belum menghitung dana yang masuk dari penerimaan mahasiswa baru. Dia mengaku baru tahu perkiraan angka pendapatan UB dari penerimaan mahasiswa di koran. ”Saya sendiri belum ngitung,” ujarnya enteng.

Sementara, Kepala Bagian Akademik UB Drs Agus Yuliawan mengatakan, jumlah resmi mahasiswa UB masih menunggu berakhiranya daftar ulang untuk jalur SNMPTN dan SPMK yang berakhir 15 Agustus nanti. Menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah mahasiswa yang tidak daftar ulang tidak terlalu banyak. Maksimal 10 persen. Namun yang lebih sering jumlahnya tidak sampai 10 persen.

Para calon mahasiswa yang tidak daftar ulang itu biasanya telah diterima di lembaga yang menjamin kerja. Seperti lolos ujian STAN, Telkom, atau PLN. Selain itu, ada juga yang kurang cocok dengan jurusan yang lolos di SNMPTN. Tapi, khusus untuk fakultas kedokteran, sangat jarang yang megundurkan diri.

“Pernah ada yang mundur satu dua, tetapi lebih sering tidak ada,” jelas dia saat ditemui di kantornya kemarin.

Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UB Welmin Sunyi Ariningsih, jumlah biaya yang dibayarkan dinilai masih terjangkau. Sebab, kebutuhan pendidikan di UB memang sangat tinggi. Apalagi kampus itu telah menahbiskan diri sebagai kampus bertaraf internasional. Namun demikian, UB juga akan tetap memberikan keringanan bagi mahasiswa yang tidak mampu.

“Sudah banyak mahasiswa yang tidak mampu yang menerima beasiswa,” ujar mantan kepala perpustakaan UB ini.

Welmin mengatakan, para calon mahasiwa yang tidak punya biaya tidak perlu takut masuk UB, jika mereka memang pandai. Karena UB juga siap menggratiskan mereka jika memenuhi persyaratan.

Dikatakan Welmin, untuk memenuhi pelayanan pendidikan yang baik memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi jika dibanding dengan kualitas lulusan UB yang baik, maka biaya yang dibayar sudah setimpal.

Sumber : kaskus.usjawa pos

—————

Duit Rp 100-M itu sekiranya dimasukkan deposito bank dengan bunga 1% sebulan saja … bisa kayalah pejabat-pejabat kita yang menjadi Pimpinan di Universitas itu ….

~ oleh dhanaraja pada Agustus 13, 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.